RILIS
26 April 2026
PENULIS
Humas UNW
DILIHAT
42x

Ungaran — Upaya mendorong lahirnya wirausahawan muda yang tangguh dan adaptif terhadap dinamika ekonomi digital terus diperkuat oleh Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Manajemen Retail, Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Humaniora, Universitas Ngudi Waluyo (UNW). Melalui kegiatan Kuliah Pakar bertajuk “Berani Mulai, Siap Didanai: Strategi Bisnis dan Akses Permodalan bagi Gen Z”, mahasiswa tidak hanya diajak membangun usaha, tetapi juga dibekali langkah konkret untuk mewujudkannya.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu, 26 April 2026 di Aula Gedung M lantai 4 UNW ini menghadirkan dua narasumber praktisi yang memiliki rekam jejak kuat di bidangnya, yakni Dimas Herdy Utomo, M.I.Kom, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, serta Darmawan, S.Sos., M.M, Direktur Utama PT BPR Arto Moro Semarang.
Dalam suasana yang dinamis dan interaktif, peserta diajak memahami bahwa bisnis bukan sekadar menjual produk, melainkan menghadirkan solusi yang bernilai. Dimas Herdy Utomo menekankan pentingnya perubahan pola pikir sebagai fondasi awal membangun usaha. “Bisnis bukan dimulai dari ide, tetapi dari cara berpikir. Peluang sering kali tersembunyi pada hal-hal yang dianggap biasa,” ungkapnya, menegaskan pentingnya kepekaan terhadap masalah, potensi lokal, dan perubahan perilaku pasar sebagai titik awal inovasi.
Sementara itu, Darmawan memberikan perspektif yang lebih aplikatif terkait akses permodalan. Ia menguraikan bagaimana lembaga keuangan, khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR), berperan sebagai jembatan finansial bagi pelaku usaha pemula. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan usaha melalui prinsip analisis kredit 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition) sebagai tolok ukur utama kelayakan pembiayaan.

“Seringkali ide bisnis sudah bagus, tetapi gagal memperoleh pendanaan karena tidak mampu menunjukkan kelayakan usaha secara terstruktur. Di sinilah pentingnya literasi keuangan dan kesiapan administratif,” jelasnya.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya dalam format ceramah, tetapi juga diskusi interaktif dan studi kasus, sehingga mahasiswa dapat memahami realitas dunia usaha secara lebih kontekstual. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan riil, mulai dari validasi ide bisnis hingga strategi agar usaha dinilai bankable oleh lembaga keuangan.
Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Humaniora, Universitas Ngudi Waluyo (UNW), Budiati, S.Pd., M.Pd yang hadir sekaligus membuka kegiatan Kuliah Pakar tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik industri. “Mahasiswa perlu dipersiapkan tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pencipta lapangan kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UNW menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berani memulai, cerdas mengelola, dan siap bersaing dalam ekosistem bisnis modern.
Jelajahi Berita Umum
Selengkapnya