RILIS
29 Januari 2026
PENULIS
Humas UNW
DILIHAT
48x

Ungaran, 29 Januari 2025 - Program Studi Sastra Inggris Universitas Ngudi Waluyo (UNW) sukses menyelenggarakan pelatihan penulisan puisi bertajuk “Poetry and Socio-Cultural Sensitivity” pada Kamis (29/1) di Gedung A, Ruang A.1.1 Universitas Ngudi Waluyo. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan menulis puisi yang peka terhadap isu sosial dan kultural sekaligus menjadi ruang reflektif bagi peserta. Pelatihan ini menegaskan bahwa puisi tidak hanya berfungsi sebagai karya seni yang bersifat aesthetic, tetapi juga sebagai media ekspresi yang efektif dalam merepresentasikan realitas sosial dan nilai-nilai budaya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan literasi sastra sekaligus memperluas perspektif kritis terhadap fenomena sosial.
Dalam sambutan yang diberikan oleh Ketua Program Studi S1 Sastra Inggris UNW, Dr. Ratih Laily Nurjanah, S.Pd., M.Pd., beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Beliau berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapabilitas peserta serta memberikan dampak nyata dalam proses pembelajaran sastra. Menurutnya, kegiatan akademik yang bermakna perlu dirancang tidak hanya sebagai agenda formal, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang reflektif dan berkelanjutan.
![]() |
![]() |
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang sastra dan literasi digital. Pemateri pertama, Maya Kurnia Dewi, S.S., M.Hum., memaparkan materi bertajuk “Puisi sebagai Kesaksian Eksistensial: Studi Komparatif Berbasis Teori Eksistensialisme pada Karya Chairil Anwar dan Kecerdasan Buatan”. Dakam materinya beliau menjelaskan bahwa puisi yang lahir dari pengalaman eksistensial manusia memiliki kedalaman makna yang personal dan kontekstual, berbeda dengan puisi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan yang cenderung bersifat universal. Menurutnya, karya Chairil Anwar merupakan produk subjek yang autentik, lahir dari pengalaman hidup dan kesaksian eksistensial yang khas.
Pemateri kedua, Assoc. Prof. Sarif Syamsu Rizal, S.S., M.Hum., menyampaikan materi bertajuk “Web Platform Synchronization in Creative and Productive English Poetry Writing”. Beliau mengulas pemanfaatan media digital dalam proses kreatif penulisan puisi. Alih-alih bergantung pada kecerdasan buatan, peserta diajak memanfaatkan platform digital (web) sebagai sarana pendukung untuk memperkaya proses kreatif dan produktivitas menulis.
Dalam paparannya, beliau mengutip pandangan Amy Fredrickson yang menyatakan bahwa puisi berkaitan erat dengan estetika dan mampu meningkatkan kesadaran budaya, "Poetry is connected to aesthetics. As the work of art, or anything beautiful in the world, it can also help increase cultural awareness, as the poetry of a culture offer insight into that culture's history and values". Beliau menegaskan bahwa puisi merupakan seni yang kompleks dengan keindahan bahasa yang mampu membangun kesadaran kultural.
Lebih lanjut, peserta didorong untuk menjadi “penyair digital”, bukan “penyair AI”. Pelatihan ini dilengkapi dengan sesi praktik menulis puisi yang dilakukan secara langsung oleh peserta dengan bimbingan narasumber melalui tahapan-tahapan yang sistematis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital dalam proses kreatif sastra. Selain itu, karya-karya puisi yang dihasilkan peserta akan dimonitor dan dievaluasi secara berkelanjutan oleh dosen dan panitia, untuk kemudian dihimpun secara kolektif dan diterbitkan sebagai produk ilmiah-sastra yang memiliki nilai akademik dan manfaat nyata.

Jelajahi Berita Umum
Selengkapnya