RILIS
14 Februari 2026
PENULIS
Humas UNW
DILIHAT
77x

Ungaran, 14 Februari 2026 - Universitas Ngudi Waluyo kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi akademik yang responsif terhadap isu strategis nasional. Dalam kegiatan dialog publik yang mengangkat tema “Gizi Seimbang untuk Indonesia Maju,” UNW berkesempatan menjadi ruang akademik untuk membedah program pemerintah dari perspektif ilmiah, kebijakan, serta implementasi di lapangan. Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan menjamin pertumbuhan anak-anak Indonesia agar sehat dan cerdas. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan pangan, tetapi sebagai investasi sosial jangka panjang yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam beberapa dekade mendatang.
Dialog publik ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Muh. Haris, S.S., M.Si., serta perwakilan Badan Gizi Nasional, KPPG Bandung, Iskandar, S.Kom. Kehadiran para narasumber memberikan perspektif kebijakan sekaligus implementasi program, yang diperkaya dengan sudut pandang akademik dari civitas akademika Universitas Ngudi Waluyo.
Rektor UNW, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Anggota Komisi IX DPR RI dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Komisi IX DPR RI merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat terkhusus institusi pendidikan tinggi dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Selain berfokus pada pemenuhan gizi, program ini juga dinilai mampu mendorong peningkatan perekonomian lokal. 
Sambutan pembukaan turut disampaikan oleh Dr. H. Muh. Haris, S.S., M.Si., selaku Anggota Komisi IX DPR RI. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tugas dan fungsi Komisi IX DPR RI yang bertanggung jawab di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, serta jaminan sosial. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai posisi strategis program MBG dalam kerangka kebijakan nasional.
Dari sisi akademik, paparan ilmiah disampaikan oleh Riva Mustika Anugrah, S.Gz., M.Gizi., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Gizi Universitas Ngudi Waluyo. Beliau menjelaskan bahwa gizi masyarakat merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Perspektif akademik yang disampaikan menegaskan bahwa intervensi gizi yang terencana dan terukur akan berdampak signifikan terhadap kualitas generasi mendatang.
![]() |
![]() |
Materi berikutnya disampaikan oleh Iskandar, S.Kom., yang memaparkan teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di lapangan. Program ini dinilai tidak hanya berorientasi pada penanggulangan masalah gizi, tetapi juga diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menjamin keberlanjutan masa depan bangsa.
Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Salah satu peserta, Fathurahman dari Program Studi Managemen Retail, mengajukan pertanyaan terkait mekanisme pengawasan program MBG, mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan. Menanggapi hal tersebut, Iskandar, S.Kom., menjelaskan bahwa evaluasi dan monitoring Badan Gizi Nasional berada di bawah pengawasan pemerintah, serta tersedia kanal resmi yang memungkinkan masyarakat turut melakukan kontrol publik.
![]() |
![]() |
Melalui dialog publik ini, Universitas Ngudi Waluyo menegaskan perannya sebagai pusat kajian ilmiah yang tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang diskusi yang konstruktif. UNW juga menyatakan dukungannya dalam program-program pemerintah yang tentu bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Diharapkan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat, sehingga kontribusi akademik dalam pengawalan Program Makan Bergizi Gratis mampu memberikan dampak nyata bagi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Jelajahi Berita Umum
Selengkapnya