RILIS
8 Desember 2025
PENULIS
bkpp
DILIHAT
112x

Sabtu s.d Minggu (6 s.d 7 Desember 2025) sukses diselenggarakan Festival Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang. Festival ini merupakan kegiatan besar yang digelar Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pariwisata bersama Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertempat di Bukit Cinta Banyubiru Kab. Semarang, dimana dalam sukses penyelenggaraan kegiatan diikuti oleh berbagai elemen peserta, diantaranya Desa Wisata yang ada di Kab. Semarang, Stan Produk UMKM, Karya Kreatif, Seni Budaya yang ada di Kab. Semarang. Kegiatan ini sebagai wadah untuk memperkuat desa wisata serta pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat Kab. Semarang.
Begitu juga dengan keikutsertaan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan dan keikutsertaan dalam bentuk gelar karya produk kreatif mahasiswa. Semua peserta yang ikut diberikan stan untuk menampilkan berbagai kreativitas yang dimiliki, stan yang diberikan untuk UNW ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya terbaiknya, bersinergi dengan para pelaku ekonomi kreatif, serta memperkenalkan peran dan kapasistas akademik UNW kepada publik. Kehadiran dan dukungan UNW ini diharap menjadi salah satu alasan agar dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri kreatif, pemerintah daerah, dan masyarakat, sehingga Festival Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang dapat menjadi ruang tumbuh yang bermakna dan berkelanjutan bagi generasi muda serta kreatif daerah.


Universitas Ngudi Waluyo yang memiliki banyak karya/produk kreatif mahasiswa, pada kegiatan tersebut, UNW hanya bisa membawa beberapa dari banyak karya yang dipunya, diantaranya:
1. Eco Briket
Eco Briket merupakan usaha yang memiliki tujuan mulia untuk menyediakan energi alternatif yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah ampas kopi. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui pendekatan berbasis inovasi dan keberlanjutan, Eco Briket berkomitmen untuk menciptakan energi terbarukan yang efisien, bersih, serta mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah. Komitmen ini turut diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM, petani, serta berbagai mitra lokal dalam menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dari aspek pasar, Eco Briket menyasar segmen pengguna energi panas seperti UMKM kuliner, restoran All You Can Eat, rumah tangga, serta distributor yang tertarik dengan produk energi terbarukan. Produk ini memiliki potensi pasar yang luas, didukung peningkatan permintaan briket berkualitas khusunya di Kabupaten Semarang.
Inovasi produk menjadi keunggulan lain Eco Briket, yang ditunjukkan melalui berbagai varian seperti briket kubus, briket hexagonal, briket magic, dan briket aromatik. Produk-produk ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen serta standar kualitas yang baik, termasuk kadar air rendah dan kemudahan penyalaan. Didukung legalitas berupa NIB, PT, beberapa dan HKI, tim Eco Briket memiliki kompetensi dalam produksi, desain, pemasaran, analisis keuangan, serta pengelolaan relasi mitra. Sumber daya fisik berupa peralatan produksi sederhana, serta sumber daya nonfisik seperti keterampilan teknis dan jaringan kemitraan, menjadi fondasi penting dalam operasional usaha.
2. Bionara
BIONARA merupakan sebuah terobosan di pasar produk pembersih, hadir sebagai bio-nano detergen yang secara revolusioner menggabungkan kekuatan bahan alami dengan teknologi tinggi. Inovasi utamanya terletak pada pemanfaatan ekstrak buah lerak sebagai surfaktan alami yang ramah lingkungan, dipadukan dengan minyak cengkeh berkualitas yang memberikan efek antibakteri kuat dan aroma menyegarkan. Keunggulan performa BIONARA dimaksimalkan melalui aplikasi teknologi nanopartikel, di mana partikel detergen berukuran nano memiliki luas permukaan yang jauh lebih besar per unit massa, memungkinkannya berinteraksi lebih efektif dengan molekul kotoran. Hasilnya, produk ini menawarkan proses pembersihan yang optimal dan mampu mengatasi noda membandel secara alami, tanpa mengurangi sifat eco-friendly dan biodegradable-nya.
BIONARA unggul karena mengedepankan keamanan dan kesehatan konsumen serta lingkungan. Produk ini secara tegas bebas dari bahan kimia berbahaya seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Ether Sulfate (SLES) yang dikenal dapat menyebabkan iritasi. Oleh karena itu, BIONARA sangat lembut di tangan, melindungi kulit sensitif, dan aman untuk mencuci pakaian bayi, menghilangkan risiko iritasi kulit (merah, gatal, ruam). Selain efektif membersihkan, formula alaminya juga terbukti mampu membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri serta menjaga kualitas pakaian dengan melindungi serat dan warna tanpa merusak. Fleksibilitas produk ini menjadikannya cocok untuk semua jenis pencucian, baik dengan tangan maupun mesin cuci, serta ideal untuk pakaian berwarna maupun putih. BIONARA tersedia dalam tiga variasi ukuran untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen: 250 mL (Rp23.000), 500 mL (Rp45.000), dan 1000 mL (Rp88.000).
3. Chayanika Stuff
Produk Chayanika Stuff merupakan produk fashion yang memanfaatkan limbah kain tenun kini berinovasi menggunakan kain batik. Produk yang dihasilkan oleh Chayanika Stuff memiliki kualitas yang baik yang dapat digunakan oleh kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Berbagai produk karya Chayanika diantaranya pakaian anak, totebag, obi belt, bucket hat, produk vest. Didukung legalitas berupa NIB, PT, beberapa HKI usaha.
4. UKM Kewirausahaan
Salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di UNW adalah UKM Kewirausahaan (UKM KWU). Salah satu IKK bidang kemahasiswaan UNW adalah bidang pembinaan kewirausahaan mahasiswa dengan sasaran meningkatnya jumlah mahasiswa yang melakukan wirausaha. Pembinaan yang sudah dilakukan universitas dalam mencapai sasaran tersebut diantaranya berupa mewajibkan semua program studi untuk memasukkan mata kuliah kewirausahaan dalam struktur kurikulum dengan bobot minimal 2 sks dan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan serta mendukung segala kegiatan kewirausahaan yang ada di Universitas. Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan (UKM KWU) yang ada di Universitas Ngudi Waluyo juga berjalan aktif dengan berbagai program kerja dan hasil produk usaha yang dihasilkannya, diantaranya produk minuman jahe instan, teh jahe, berbagai produk olahan camilan, dll.

Acara dibuka pada hari Sabtu (6 Desember 2025) oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H. Dihadiri oleh pejabat Kabupaten Semarang meliputi Ketua DPRD Kab. Semarang dan pejabat pemerintah kabupaten lainnya, serta dihadiri juga oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel J. D. Wattimena, yang semuanya hadir untuk memberikan dukungan atas pelaksanaan festival ini. Fokus utama kegiatan yaitu (1) Menampilkan potensi desa wisata yang ada di Kabupaten Semarang, (2) Stan produk UMKM, karya kreatif, serta seni budaya khas desa dipamerkan. Festival ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga sebagai media promosi potensi desa wisata dan produk ekonomi kreatif kepada masyarakat luas. Festival ini dipandang sebagai momentum awal yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pariwisata dan kreativitas lokal. Acara diharapkan menjadi agenda tahunan rutin untuk terus menunjang perkembangan desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif.


Banyak pengunjung yang mengunjungi Stan Universitas Ngudi Waluyo, baik untuk menanyakan produk-produk mahasiswa yang didisplay, informasi tentang Universitas Ngudi Waluyo, dan beberapa ada yang membeli produk usaha mahasiswa. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa pada khususnya karena dengan kegiatan ini sebagai ajang promosi untuk produk-produk inovasi usaha mahasiswa yang harapannya semakin banyak khalayak ramai yang mengetahui dan tertarik kepada produk usaha tersebut, selain sebagai pengalaman berharga yang didapat mahasiswa karena bisa ikut terlibat di event besar juga pastinya akan menambah keterampilan interpersonal pada masing-masing pribadi.




Kegiatan yang berlangsung ini sangat prestisus dan mampu memberi ruang ekspresi bagi seluruh komponen yang terlibat terutama dalam keterlibatan pada pameran yang diadakan serta seluruh rangkaian kegiatan yang diikuti. Semoga ke depan dapat berkolaborasi kembali dan seluruh pihak yang terlibat dapat mendapatkan manfaat dari kegiatan yang telah terselenggara. Harapannya semoga UNW dapat mengikuti jejak dengan dapat mengadakan kegiatan yang prestisius tersebut.
Jelajahi Berita Kemahasiswaan
Selengkapnya