RILIS
16 Desember 2025
PENULIS
Humas UNW
DILIHAT
129x

Ungaran, 15 Desember 2025 - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Ngudi Waluyo (UNW) menggelar Seminar Ending AIDS 2030 Melalui 3 Zero sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Gedung M Lantai 4 UNW pada Senin (15/12) dan menjadi wujud komitmen kampus dalam mendukung target global mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030 melalui tiga pilar utama, yakni Zero New HIV Infections, Zero AIDS Related Deaths, dan Zero Discrimination.
Dalam laporan kegiatan, Dr. Zumrotul Chairijah, S.Kep., Ns., M.Kep. menjelaskan bahwa seminar ini dirancang sebagai sarana edukasi strategis sekaligus upaya mentransformasikan peran Generasi muda atau Gen Z agar lebih aktif sebagai agent of change. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran hukum, memperluas wawasan, memberikan pengalaman baru, serta mendorong perubahan perilaku positif di kalangan generasi muda. “Edukasi yang tepat akan membentuk generasi yang berpengetahuan, peduli, dan berani mengambil peran dalam pencegahan HIV/AIDS,” ungkapnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan, Raharjo Apriyatmoko, S.KM., M.Kes., yang hadir mewakili Ketua Satgas PPKPT UNW, Rosalina, S.Kp., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyoroti masih besarnya tantangan HIV/AIDS meskipun secara statistik terjadi penurunan angka infeksi dan kematian. Substansi masalah dan risiko penularan masih harus menjadi perhatian serius, hal ini juga berpengaruh karena anak muda masih menjadi kelompok yang rentan dalam epidemiologi HIV/AIDS. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa UNW sebagai perguruan tinggi yang aktif menjalankan Tri Dharma, siap berkontribusi melalui pendidikan, kolaborasi dengan berbagai mitra, serta pengembangan penelitian yang berdampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Upaya global dan nasional telah menyelamatkan banyak nyawa, namun generasi muda tetap membutuhkan perhatian dan intervensi yang optimal. Ini menjadi mandat moral bagi UNW untuk terus mendidik dan memberdayakan mereka,” tegasnya.
![]() |
![]() |
Dilengkapi dengan cek kesehatan geratis dari Puskesmas Leyangan dan Puskesmas Ungaran yang melayani cek gula darah hingga tes HIV/AIDS bagi seluruh peserta. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang dengan sudut pandang yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Pujiono atau yang akrab disapa “Mas Manyik”, membagikan kisah hidupnya yang penuh refleksi akibat terjerumus dalam gaya hidup tidak sehat. Melalui pengalaman personal tersebut, ia mengajak peserta untuk lebih menjaga kesehatan fisik dan mental. “Apa yang saya alami semoga menjadi cermin agar generasi muda lebih bijak dalam mengambil keputusan hidup,” tuturnya.
Narasumber kedua, Dr. Siti Mutmainah, S.Sos., S.H., M.H., memaparkan materi mengenai tinjauan hukum hak atas tubuh dan keadilan gender. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki hak penuh atas tubuhnya sendiri dan harus terbebas dari stigma maupun diskriminasi. Menurutnya, pemahaman hukum yang baik akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua.
Sementara itu, narasumber ketiga, Taufik Kurniawan, S.Si., M.Kom., staf KPA Kabupaten Semarang, mengulas secara mendalam konsep 3 Zero serta peran strategis generasi muda dalam mewujudkannya. Ia menegaskan bahwa anak muda memiliki posisi kunci sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi yang benar, menghapus stigma, dan mendorong perilaku hidup sehat di lingkungannya. “Generasi muda adalah energi utama untuk mendobrak perubahan dan membawa kesehatan Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Melalui seminar ini, UNW berharap terbangun kesadaran kolektif di kalangan civitas akademika bahwa upaya mengakhiri AIDS bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Dengan pengetahuan, empati, dan keberanian untuk melawan stigma, UNW optimistis mahasiswa dapat menjadi motor penggerak menuju tercapainya Ending AIDS 2030, demi masa depan masyarakat yang lebih sehat, adil, dan berkeadaban.
Jelajahi Berita Umum
Selengkapnya