RILIS
23 Februari 2026
PENULIS
S1 Teknik Informatika
DILIHAT
31x

Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Ngudi Waluyo menyelenggarakan kegiatan Workshop Data Mining & Machine Learning Menggunakan Python yang dilaksanakan pada 22 Februari 2026 secara daring (online). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Program Studi Teknik Informatika.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Teknik Informatika, Bapak Sri Mujiyono, M.Kom. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan data mining dan machine learning bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan kompetensi fundamental yang harus dimiliki mahasiswa di era data-driven. Ia menekankan bahwa dunia industri kini bergerak cepat ke arah pengambilan keputusan berbasis data, sehingga mahasiswa perlu memahami bukan hanya cara menulis kode, tetapi juga cara membaca pola dan insight dari data.

Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Fauzi Adi Rafrastara, M.Cs dari Universitas Dian Nuswantoro dengan materi bertajuk How Machines Learn from Data. Pada bagian awal materi dijelaskan bahwa machine learning merupakan inti dari proses data mining modern. Beliau memulai dengan pertanyaan reflektif: mengapa banyak data tidak selalu berarti banyak insight?. Peserta diajak memahami perbedaan antara data sebagai fakta mentah dan insight sebagai pemahaman bermakna yang mendukung pengambilan keputusan.
Dalam pemaparannya, beliau mengulas konsep fundamental data mining sebagai proses menemukan pola pada tumpukan big data, serta menjelaskan berbagai tugas utama seperti classification, regression, clustering, dan association.

Peserta juga diingatkan bahwa evaluasi model tidak cukup hanya melihat akurasi, tetapi perlu mempertimbangkan precision, recall, F1-score, serta berbagai metrik regresi seperti MAE dan RMSE. Di akhir sesi, beliau mengingatkan tentang berbagai pitfalls seperti overfitting, data leakage, dan penggunaan metrik yang tidak tepat. Pesan utamanya jelas bahwa machine learning bukan sihir, melainkan proses ilmiah yang membutuhkan ketelitian dalam setiap tahapannya.
Setelah sesi teoritis yang komprehensif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik oleh Abdul Rohman, S.Pd., M.Kom dari Universitas Ngudi Waluyo. Dalam sesi ini, peserta diajak langsung mengimplementasikan konsep data mining dan machine learning menggunakan Python melalui Google Colab. Platform berbasis cloud tersebut dipilih karena memiliki berbagai keunggulan seperti gratis, tidak memerlukan instalasi, mendukung GPU/TPU, serta memudahkan kolaborasi—sebagaimana ditampilkan dalam slide “Kelebihan Colab” pada sesi praktik.

Mahasiswa mempraktikkan tahapan eksperimen mulai dari mengunggah dataset, menyiapkan lingkungan kerja, menyalin skrip Python, hingga menjalankan proses pemodelan dan menganalisis hasil eksperimen. Mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut mencoba, menguji, dan memahami bagaimana model dibangun serta dievaluasi.
Workshop ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya riset dan eksperimen berbasis data di lingkungan Program Studi Teknik Informatika. Dengan kombinasi pemahaman teoritis yang kuat dan praktik langsung menggunakan Python, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan analitis, berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan industri berbasis kecerdasan buatan dan big data.
Melalui kegiatan ini, Universitas Ngudi Waluyo kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi global. Di era teknologi yang semakin canggih, kemampuan menambang dan mengolah data menjadi insight bernilai adalah kunci. Dan workshop ini menjadi salah satu langkah konkret untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara strategis dan bertanggung jawab.
Jelajahi Berita Umum
Selengkapnya