RILIS
16 Juli 2026
PENULIS
S1 Teknik Informatika
DILIHAT
43x

Ungaran, 1 Juli 2026 – Universitas Ngudi Waluyo kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Pelatihan E-Learning Menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle bagi guru-guru SMK Widya Praja Ungaran. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat SMK Widya Praja Ungaran ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Deep Learning dan Blended Learning yang telah diselenggarakan pada 2 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian implementasi program PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun 2026. Program PKM tersebut mengusung tema "Penerapan Blended Learning dan Deep Learning Berbasis E-Learning di SMK Widya Praja Ungaran", yang diketuai oleh Abdul Rohman, S.Pd., M.Kom, dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Ngudi Waluyo. Melalui program ini, Universitas Ngudi Waluyo berkomitmen mendampingi sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat transformasi digital pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Pada pelatihan kali ini, Abdul Rohman, S.Pd., M.Kom bertindak sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi mengenai implementasi Learning Management System (LMS) Moodle sebagai media pembelajaran digital. Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh penjelasan mengenai konsep e-learning, instalasi dan pengelolaan LMS Moodle, pengelolaan pengguna, pembuatan kategori mata pelajaran, penyusunan kelas virtual, pengunggahan materi pembelajaran, pembuatan tugas, kuis, forum diskusi, hingga pengelolaan penilaian secara daring.
Abdul Rohman menjelaskan bahwa penggunaan LMS Moodle diharapkan mampu mendukung penerapan blended learning yang telah diperkenalkan pada pelatihan sebelumnya. Dengan adanya platform e-learning yang terintegrasi, guru dapat menyelenggarakan pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, terdokumentasi, dan mudah diakses oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja.
![]() |
![]() |
Pelaksanaan kegiatan didukung oleh anggota tim PKM, yaitu Purwosiwi Pandansari, S.Pd., M.Pd dari Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion serta Yoannes Romando Sipayung, S.Kom., M.Kom dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Ngudi Waluyo. Keduanya turut memberikan pendampingan kepada peserta selama praktik penggunaan LMS Moodle sehingga setiap guru dapat mencoba secara langsung fitur-fitur yang tersedia pada sistem. Pelatihan diikuti oleh 20 orang guru yang berasal dari berbagai kompetensi keahlian di SMK Widya Praja Ungaran, meliputi Akuntansi dan Keuangan, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, Tata Busana, Tata Boga, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, serta Desain Komunikasi Visual. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, terutama saat melakukan praktik pembuatan kelas digital dan pengelolaan aktivitas pembelajaran melalui Moodle.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran pimpinan SMK Widya Praja Ungaran sebagai mitra pelaksana, yaitu Ibu Tri Yuliani, S.Pd. selaku Kepala Sekolah, Ibu Umi Chasanah Turosidah, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta Ibu Dwi Erni Bimawati, S.Pd. selaku Humas SMK Widya Praja Ungaran. Kehadiran pimpinan sekolah menunjukkan dukungan penuh terhadap implementasi pembelajaran digital sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekolah. Dalam sambutannya, Kepala SMK Widya Praja Ungaran menyampaikan apresiasi kepada Universitas Ngudi Waluyo atas pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan melalui program PKM. Menurutnya, pelatihan ini memberikan bekal yang sangat bermanfaat bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan mempersiapkan sekolah menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan teknologi dan inovasi berupa sistem Learning Management System (LMS) Moodle lengkap dengan domain dan hosting kepada SMK Widya Praja Ungaran. Sistem tersebut telah dapat diakses melalui alamat: https://lms-smkwidyapraja.my.id/
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Tim PKM kepada pihak sekolah sebagai bentuk implementasi nyata hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengadaan domain dan hosting tersebut merupakan bagian dari luaran program PKM yang didanai melalui hibah DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2026, dengan pembiayaan sebesar 50% dari anggaran hibah PKM. Teknologi ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran digital yang berkelanjutan di SMK Widya Praja Ungaran. Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pendampingan intensif dalam mengoperasikan LMS Moodle, mulai dari proses login, pengelolaan akun guru dan siswa, penyusunan mata pelajaran, hingga simulasi pelaksanaan pembelajaran daring. Tim PKM juga memberikan konsultasi secara langsung terhadap kendala-kendala yang dihadapi peserta selama praktik. Pelaksanaan kegiatan turut dibantu oleh dua mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo, yaitu Antnaina Aprian Putri dari Program Studi Pendidikan Vokasional Desain Fashion dan Faza Tsania Devi dari Program Studi Teknik Informatika. Keduanya berperan aktif dalam membantu persiapan teknis, pendampingan praktik peserta, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Ketua Tim PKM, Abdul Rohman, menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan merupakan akhir dari program pengabdian, melainkan awal dari implementasi pembelajaran digital di SMK Widya Praja Ungaran. Tim PKM Universitas Ngudi Waluyo akan melaksanakan kegiatan pendampingan dan tindak lanjut agar seluruh guru mampu mengoptimalkan LMS Moodle dalam proses pembelajaran sehari-hari serta mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis blended learning dan deep learning sesuai kebutuhan sekolah. Kegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar berkat sinergi yang baik antara Universitas Ngudi Waluyo dan SMK Widya Praja Ungaran. Dukungan fasilitas dan sarana prasarana dari pihak sekolah, ditambah semangat serta partisipasi aktif para guru selama mengikuti pelatihan, menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan ini. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, diharapkan implementasi LMS Moodle mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat literasi digital guru, serta mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Jelajahi Berita Umum
Selengkapnya