UNW Bangun Kampus Inklusif, Unit Layanan Disabilitas Resmi Diluncurkan

RILIS

7 Oktober 2026

PENULIS

Humas UNW

DILIHAT

76x

UNW Bangun Kampus Inklusif, Unit Layanan Disabilitas Resmi Diluncurkan

Ungaran, 6 Oktober 2026 – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) resmi meluncurkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai langkah memperkuat lingkungan pendidikan yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh sivitas akademika. Peluncuran yang berlangsung pada Selasa (6/10) tersebut dihadiri pimpinan UNW, organ Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran, perwakilan mahasiswa penyandang disabilitas, serta unsur Pemerintah Kabupaten Semarang dan pemangku kepentingan pendidikan.
ULD UNW dibentuk untuk memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh akses pendidikan, fasilitas, pendampingan, dan dukungan akademik sesuai kebutuhan. Unit ini juga berperan dalam koordinasi layanan serta pengembangan kebijakan dan fasilitas yang mendukung pendidikan tinggi inklusif. Saat ini, UNW memiliki sembilan mahasiswa penyandang disabilitas yang tersebar di seluruh fakultas.
 
Ketua Panitia, Dr. Sigit Ambar Widyawati, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa pembentukan ULD merupakan bagian dari langkah UNW dalam mewujudkan pendidikan inklusif sesuai komitmen universitas. Menurutnya, setiap individu berhak memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan meraih cita-cita.
Rektor UNW, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum., menggambarkan ULD melalui tiga metafora, yakni sebagai akar yang memperkuat inklusivitas di seluruh lingkungan kampus, sayap yang mendukung mahasiswa berkembang dengan kekuatannya sendiri, dan rumah yang memberikan rasa aman dalam membangun ruang akademik. “Di UNW, perbedaan adalah kekayaan,” ujarnya.
Peluncuran ULD ditandai dengan pemukulan gong oleh rektor UNW. Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, M. Taufiqur Rahman, S.Ag., M.Si., dengan materi “Membangun Ekosistem Pendidikan Inklusi Berkelanjutan: Sinergi Kebijakan Daerah, ULD Perguruan Tinggi, dan Pemenuhan Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas.”
Dalam diskusi, beliau menyampaikan bahwa pendidikan inklusif menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Semarang. Kehadiran ULD UNW diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Diskusi juga menyoroti empat aspek penting dalam penguatan layanan disabilitas di UNW, yaitu aksesibilitas, sumber daya manusia pendamping, asesmen, dan layanan. Meskipun masih terdapat keterbatasan, UNW didorong untuk terus mengembangkan layanan yang mampu memberikan kesempatan dan dukungan yang adil bagi seluruh civitas.


Jelajahi Berita Umum

Selengkapnya