RILIS
22 Juli 2026
PENULIS
Humas UNW
DILIHAT
140x

Ungaran, 21 Juli 2026 – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai wahana pembelajaran yang mengintegrasikan pengembangan kompetensi akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, UNW menggelar Pembekalan KKN Periode XV untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, keterampilan teknis, serta kesiapan berkolaborasi dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. KKN UNW Periode XV ini akan dilaksanakan pada 27 Juli hingga 26 Agustus 2026 dengan melibatkan 400 mahasiswa yang akan diterjunkan ke 40 desa/kelurahan di tiga kecamatan di Kabupaten Semarang sebagai mitra implementasi program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor UNW, Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum. Beliau menyampaikan kebanggaannya kepada para mahasiswa yang disebut sebagai duta kampus pembawa ilmu, karakter, dan kebermanfaatan langsung ke tengah masyarakat. Beliau menegaskan bahwa KKN bukan sekadar program akademik, tetapi ruang pengabdian nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Rektor juga menyampaikan bahwa KKN UNW terus berkembang hingga menjangkau tingkat internasional. Selain pelaksanaan di Indonesia, KKN UNW akan terlaksana juga di Jepang dan Malaysia. UNW juga tengah mempersiapkan pengembangan program KKN ke Thailand dan Arab Saudi sebagai bagian dari perluasan jejaring global pengabdian mahasiswa.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi. Materi pertama disampaikan oleh Ketua LPPM UNW, Dr. Ns. Priyanto, M.Kep., Sp.Kep.MB. Beliau menjelaskan bahwa KKN periode ini mengusung tema “UNW Berdampak” dengan fokus pada penyelesaian persoalan masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin. Beliau berharap agar mahasiswa dapat hadir sebagai agen pembaharu, inovator sosial, dan transformator yang mampu mendorong terwujudnya desa sehat, desa mandiri, dan desa berdaya saing.
Materi penguatan kesiapsiagaan masyarakat disampaikan oleh Alexander Gunawan Tribiantoro, S.STP., M.M., selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang. Beliau menyoroti tantangan kekeringan dan berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Beliau juga berharap kehadiran mahasiswa KKN UNW dapat membantu membangun ketangguhan dan ketahanan masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan solusi berbasis kebutuhan lokal.
Sementara itu, Aristiyanto, S.Si., M.Pd., Kepala Pusat Pengabdian UNW, memberikan pembekalan mengenai tata tertib, kode etik, serta penilaian dan pelaporan KKN untuk mahasiswa menjalankan pengabdian secara profesional dan bertanggung jawab. Materi terakhir diberikan oleh H. Asep Mulyana, S.STP., M.M., selaku Kabag Kesra Kabupaten Semarang. Beliau memaparkan kondisi Kabupaten Semarang yang memiliki tantangan kompleks namun menyimpan potensi besar untuk berkembang menjadi daerah yang maju dan berdaya.
![]() |
![]() |
Melalui pembekalan ini, UNW menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan bekal pengetahuan, etika, dan pemahaman terhadap kondisi lapangan, mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan solusi, memperkuat ketahanan desa, dan membangun kolaborasi berkelanjutan demi peningkatan kualitas hidup masyarakat global secara umum dan Kabupaten Semarang secara khusus.
Jelajahi Berita LPPM
Selengkapnya