RILIS
10 Juli 2026
PENULIS
Humas UNW
DILIHAT
206x

Ungaran, 8 Juli 2026 – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sukses menyelenggarakan The 1st International Conference on Multidisciplinary Research and Innovation (ICMRI) 2026 dengan tema "Integrating Multidisciplinary Research for Achieving Sustainable Development Goals (SDGs)". Konferensi internasional yang diikuti 562 peserta secara hybrid ini menjadi forum strategis yang mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, profesional, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi riset dalam menjawab tantangan pembangunan global.
Mengusung ruang lingkup multidisiplin yang mencakup bidang kesehatan, ekonomi, hukum, humaniora, pendidikan, dan teknologi, ICMRI 2026 menghadirkan pembicara dari Indonesia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Brasil, hingga Rusia. Kehadiran para pakar internasional mempertegas komitmen UNW dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi dunia.
Ketua Panitia, Satria Avianda Nurcahyo, S.M., S.Hum., M.M., menyampaikan bahwa ICMRI 2026 merupakan perayaan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dirancang untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam menghasilkan solusi atas persoalan global. Konferensi ini diharapkan menjadi ruang lahirnya inspirasi, kolaborasi, dan kemitraan riset lintas negara yang berkelanjutan.
Sebagai keynote speaker, Dr. Ns. Priyanto, M.Kep., Sp.KMB., Ketua LPPM UNW, dan Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum., Rektor UNW, menyoroti pentingnya inovasi multidisiplin dalam mendukung pencapaian SDGs. Dr. Priyanto menekankan transformasi sistem kesehatan melalui pemanfaatan teknologi seperti digital health, telemedicine, dan kecerdasan buatan, sementara Prof. Subyantoro menggarisbawahi bahwa bahasa dan budaya merupakan fondasi komunikasi yang efektif serta kunci membangun pemahaman lintas budaya di tengah masyarakat global.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Konferensi ini juga menghadirkan sejumlah pembicara internasional, di antaranya Prof. Dr. Anis Malik Thoha, Ph.D.(UNISSA Brunei Darussalam) yang membahas kepemimpinan dan tata kelola ekonomi Islam berbasis etika, Prof. Elchin Gashimov, Ph.D. (Moscow City University, Rusia) yang menyoroti pentingnya dialog dan komunikasi di era digital, Assist. Prof. Susheewa Wichakull, RN., MSN., Ph.D. (Borommarajjonani College of Nursing Nopparat Vajra,Thailand) mengenai integrasi ilmu keperawatan dengan inovasi kesehatan digital, Dr. Raqib Chowdhury, B.A., M.A., M.Ed., Ph.D., SFHEA (Monash University, Australia) yang mengangkat pentingnya literasi kritis terhadap kecerdasan artifisial serta Prof. Tatiana Suplicy Barbosa, Ph.D., dari Unifael University, Brazil.
Melalui berbagai perspektif tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai tren riset global, perkembangan teknologi, kolaborasi multidisiplin, serta berbagai inovasi yang mendukung percepatan pencapaian SDGs. Konferensi ini juga dilengkapi dengan parallel session yang diikuti oleh sejumlah kelompok peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan institusi untuk mempresentasikan hasil penelitian, memperoleh masukan akademik, serta memperluas peluang kolaborasi riset lintas disiplin dan lintas negara. Lebih dari sekadar forum ilmiah, ICMRI 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan global.
![]() |
![]() |
Jelajahi Berita LPPM
Selengkapnya