UNW Kembangkan Model AI untuk Perkuat Kapabilitas Penyandang Disabilitas di Ekonomi Kreatif

RILIS

5 Oktober 2026

PENULIS

Humas UNW

DILIHAT

63x

UNW Kembangkan Model AI untuk Perkuat Kapabilitas Penyandang Disabilitas di Ekonomi Kreatif

UNGARAN, 3 Oktober 2026 Universitas Ngudi Waluyo (UNW) terus mendorong pengembangan riset yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan teknologi. Salah satunya melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Fundamental Reguler (PFR) BIMA Kemendiktisaintek Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Model Penguatan Kapabilitas SDM Penyandang Disabilitas pada Ekonomi Kreatif Kriya Berbasis Sistem AI–Machine Learning”.FGD tersebut dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Sabtu (3/10/2026), pukul 09.00–11.30 WIB. Kegiatan mempertemukan tim peneliti UNW dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya organisasi penyandang disabilitas, untuk menggali persoalan, kebutuhan, pengalaman, dan potensi pengembangan ekonomi kreatif kriya berbasis teknologi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Dra. Istichomah, M.Si., dan dipandu oleh Dr. Dina Lusianti, S.E., M.M., AAK. selaku moderator, serta perwakilan dari UMKM Centre Kabupaten Semarang Andi  Irawan Triambodo. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Dra. Istichomah, M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi penting karena pemerintah memiliki pengalaman dan data mengenai kondisi masyarakat, sementara perguruan tinggi memiliki kapasitas riset, pengembangan teknologi, serta sumber daya akademik. Di sisi lain, organisasi seperti PPDI memiliki pengalaman dan pengetahuan langsung mengenai kebutuhan penyandang disabilitas. Dunia usaha juga diperlukan untuk membuka akses pasar dan peluang pengembangan produk. Sinergi keempat unsur tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.
 

Sementara itu Perwakilan Pusat Penelitian LPPM Universitas Ngudi Waluyo, Abdul Rohman, S.Pd., M.Kom., menyampaikan bahwa penelitian fundamental ini  diharapkan tidak berhenti di skema tahun ini saja, namun bisa dikembangkan menjadi penelitian multi-year ataupun menjadi kegiatan pengabdian masyarakat.
Dama FGD tersebut juga melibatkan perwakilan pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dari Kabupaten Semarang, Magelang, Kudus,  dan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Surakarta. Kehadiran organisasi penyandang disabilitas dari berbagai wilayah tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai kondisi dan kebutuhan penyandang disabilitas dalam mengembangkan potensi ekonomi. Dalam FGD, tim peneliti menggali berbagai pengalaman penyandang disabilitas dalam mengembangkan keterampilan dan aktivitas ekonomi kreatif, khususnya bidang kriya. Diskusi tidak hanya membahas kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga berbagai tantangan yang muncul setelah produk dihasilkan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari keterampilan produksi, pengembangan desain, pemasaran, akses terhadap konsumen, penggunaan teknologi digital, hingga kemampuan mengelola usaha.Dalam konteks tersebut, teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning dipandang memiliki peluang untuk menjadi salah satu instrumen dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia penyandang disabilitas.Pemanfaatan teknologi dapat diarahkan untuk membantu proses pengembangan ide produk, penyusunan materi promosi, pemasaran digital, pengenalan tren pasar, hingga membantu pelaku usaha memahami karakteristik konsumen.
Namun, penerapan teknologi tersebut tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan pengguna. Karena itu, penelitian UNW berupaya menggali informasi langsung dari penyandang disabilitas agar model yang dikembangkan nantinya tidak hanya berbasis asumsi teknologi, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengguna.
FGD juga menegaskan pentingnya menggeser perspektif pemberdayaan penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas tidak semata-mata dipandang sebagai kelompok penerima bantuan, tetapi sebagai sumber daya manusia yang memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi dalam kegiatan ekonomi.Sektor ekonomi kreatif kriya dinilai memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan karena memberikan peluang bagi individu untuk menghasilkan produk berdasarkan keterampilan, kreativitas, dan potensi yang dimiliki.Namun, kemampuan produksi harus diikuti dengan kemampuan mengembangkan usaha. Produk yang bagus belum tentu mampu berkembang apabila tidak didukung strategi pemasaran, akses pasar, pengelolaan usaha, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.
Keterlibatan organisasi penyandang disabilitas dari empat wilayah menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dimana mereka memiliki pengalaman langsung mengenai kondisi di lapangan, termasuk tantangan dalam mengakses pelatihan, teknologi, pemasaran, modal, maupun jaringan usaha. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu tim peneliti menyusun model yang lebih realistis dan sesuai dengan kondisi penyandang disabilitas. Diskusi juga memperlihatkan bahwa kebutuhan penyandang disabilitas sangat beragam. Karena itu, pendekatan pengembangan kapabilitas perlu memperhatikan jenis disabilitas, kemampuan individu, akses terhadap teknologi, lingkungan sosial, serta karakteristik usaha yang dikembangkan.
Tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Pipit Sundari, S.E., M.M., dengan anggota peneliti Satria Avianda Nurcahyo, S.M., S.Hum., M.M., keduanya merupakan dosen Universitas Ngudi Waluyo dari Program Studi DIV Sarjana Terapan Bisnis Manajemen Retail, Agung Prihandono, S.T., M.Kom dosen pada Program Studi Ilmu Komputer di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) serta 1 orang mahasiswa prodi Bisnis Manajemen Retail UNW yaitu Isra Prihantini, akan menggunakan hasil FGD sebagai salah satu sumber informasi dalam pengembangan model penelitian. Bagi Universitas Ngudi Waluyo, penelitian fundamental tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.


Jelajahi Berita Umum

Selengkapnya