RILIS
5 Agustus 2026
PENULIS
Humas UNW
DILIHAT
51x

Ungaran, 5 Agustus 2026 – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) melalui Program Studi Magister Pendidikan menyelenggarakan Workshop Sekolah Inklusi Berkelanjutan (SIB): Program Kompetensi Sekolah Inklusi dan Kelas Transisi Berkelanjutan (Continuing Professional Development/CPD) sebagai upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan ramah anak. Kegiatan yang diikuti guru mulai jenjang PAUD hingga SMA secara luring dan daring ini menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan sekolah inklusi berkelanjutan hasil kolaborasi UNW dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang.
Membuka kegiatan, Sekretaris Direktur Program Pascasarjana UNW, Alfan Afandi, S.KM., M.Kes., Epid., menegaskan bahwa pendidikan bermutu harus mampu memberikan kesempatan belajar yang setara bagi setiap anak tanpa diskriminasi. "Kami berharap workshop ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menghasilkan praktik nyata yang dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing demi terwujudnya pendidikan inklusif, humanis, dan ramah anak," ujarnya.
![]() |
![]() |
Sebagai keynote speaker, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang, M. Taufiqurrahman, S.Ag., M.Si., memaparkan kebijakan penguatan sekolah inklusi di Kabupaten Semarang. Beliau juga mengapresiasi kolaborasi UNW yang selalu sinkron dan bersinergi dengan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Ngudi Waluyo dengan Forum Komunikasi Guru Swasta (FKGS) TK Kabupaten Semarang dan KID-ABA Autism Center (Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis). Hal ini dilakukan sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kapasitas guru dan implementasi pendidikan inklusif di lingkungan sekolah.
Workshop ini menghadirkan akademisi dan praktisi yang membahas pendidikan inklusi dari aspek kebijakan hingga implementasi. Dr. Sigit Ambar Widyawati, S.KM., M.Kes. memaparkan paradigma pendidikan inklusif berbasis humanistik, sementara Dr. dr. Rudy Sutadi, Sp.A., MARS., SPd.I. dan Arneliza Anwar, S.E., M.Si. membahas pengelolaan kelas transisi serta identifikasi dini anak berkebutuhan khusus menggunakan pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA). Selanjutnya, Dr. Nur Intan Rochmawati, S.Pd., M.Pd. mengulas monitoring dan evaluasi peserta didik. Sebagai penguatan implementasi, peserta juga mengikuti praktik penyusunan Individual Transition Plan (ITP) dan program kelas transisi sebagai bekal penerapan pendidikan inklusif di sekolah.
![]() |
![]() |
Melalui workshop ini, UNW menyatakan dukungannya untuk mewujudkan pendidikan inklusi yang berkelanjutan. Penguatan kompetensi guru, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta penyusunan strategi pembelajaran yang adaptif diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah, setara, dan memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya.
![]() |
![]() |
Jelajahi Berita Umum
Selengkapnya